Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Implementasi Kerja Sama Tingkat Internasional, Prodi PBI FTK UIN Alauddin Makassar Hadirkan Pembicara dari Universiti Utara Malaysia

Implementasi Kerja Sama Tingkat Internasional, Prodi PBI FTK UIN Alauddin Makassar Hadirkan Pembicara dari Universiti Utara Malaysia

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kolaborasi internasional melalui pelaksanaan kegiatan implementasi kerja sama.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Agreement antara UIN Alauddin Makassar dan Universiti Utara Malaysia yang telah terjalin sejak tanggal 10 April 2022 dan diperbaharui pada 17 September 2025 mencakup pelaksanaan penelitian bersama, kuliah tamu, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, dan lain-lain.

Kali ini Prodi PBI FTK menghadirkan salah satu keynote speaker atau pembicara utama dari Universiti Utara Malaysia, Dr. Wan Fatimah Solihah binti Wan Abdul Halim pada konferensi dua tahunannya, The Fifth International Conference of English Language Education (ICONELE 5) pada hari Kamis, 16 April 2026 yang berlangsung secara hybrid dengan kegiatan offline bertempat di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Makassar.

Dr. Wan merupakan ahli linguistik dan analisis wacana multimodal dengan minat utama pada peran bahasa dalam membentuk serta mencerminkan konteks sosial dengan fokus kajian mencakup isu-isu teknologi (terutama artificial intelligence), politik, ras dan rasisme, serta promosi pariwisata medis.

Pakar dalam Systemic Functional Linguistics ini membawakan materi yang berjudul Words at War: Between Truth, Voice, and Power.

Beliau membahas bagaimana bahasa membentuk cara kita memahami perang dan konflik di dunia saat ini yang didorong oleh teknologi digital dan kecerdasan buatan dimana sebagian besar masyarakat seperti di Malaysia dan Indonesia tidak mengalami perang secara langsung.

Sebaliknya, kita mempelajarinya melalui judul berita, media sosial, pesan politik, dan semakin sering melalui konten yang dihasilkan oleh AI.

Oleh karena itu, untuk memahami berita tersebut dengan lebih baik  dapat digunakan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (Systemic Functional Linguistics) yang disingkat SFL dimana bahasa dipandang sebagai alat untuk membangun makna dalam konteks.

Dari perspektif ini, bahasa digunakan untuk merepresentasikan peristiwa, mengekspresikan sikap, serta menyoroti hal-hal yang dianggap penting.

Pemaparan materi tersebut bertujuan membantu audiens menjadi lebih sadar tentang bagaimana bahasa memengaruhi pemahaman mereka terhadap konflik global, khususnya dalam lingkungan digital yang berkembang dengan cepat.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang hadir secara luring, melalui zoom serta siaran langsung di kanal YouTube PBI.

Kelima ratus peserta tersebut merupakan akademisi dari tiga puluh instansi se-Indonesia, para dosen dalam lingkup FTK serta seluruh mahasiswa Prodi PBI.

Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan menyimak materi serta partisipasi aktif dalam sesi diskusi.

Lebih lanjut, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring internasional serta meningkatkan kualitas akademik di lingkungan Prodi PBI.