Kuliah Sambil Kerja, Totok Berhasil Menjadi Wisudawan Terbaik Prodi PBI UINAM pada Wisuda Angkatan 101

  • 03 Desember 2023
  • 04:11 WITA
  • Administrator
  • Berita

Kuliah sambil bekerja tidak lantas membuat Totok Gunawan mengesampingkan urusan kuliah.

Mahasiswa kelas A angkatan 2019 ini ternyata bisa menyelesaikan studi dengan predikat cum laude, bahkan menjadi wisudawan terbaik Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) pada Wisuda Angkatan 101 UIN Alauddin Makassar yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Makassar pada hari Rabu, 29 November 2023.

Totok Gunawan, S.Pd. lahir di Magetan, Jawa Timur 21 Juni 1999.

Ia merupakan penerima dua beasiswa ternama, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP­)-Kuliah dan beasiswa tahfidz.

Sejak 2018, Totok, sapaan akrabnya, telah mulai bekerja, bahkan di dua tempat sekaligus, yakni sebagai Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) SA Darul Abrar (hingga 2020) dan menjadi bendahara Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Abrar (hingga Sekarang).

Ia juga menjadi anggota Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone mulai tahun 2021 sampai sekarang.

Saat ini, ia juga bekerja sebagai Barista di salah satu kedai kopi terbesar di Indonesia.

Totok menyelesaikan studinya dengan melakukan penelitian yang berjudul The Implementation of Integrating Islamic Values into the Development of Greeting Card Unit of the Eight Grade Student at Madrasah Tsanawiyah Madani Pao Pao.

Meskipun bekerja dan kuliah, ia tetap meluangkan waktu untuk berorganisasi.

Sejak kuliah ia aktif bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Racana Al-Maida di UIN Alauddin Makassar.

Dalam bidang akademik, ia juga terpilih menjadi pemakalah dalam event berskala internasional, yakni Community Engagement Ideas and Practices with Academic of Language Studies, University Teknology MARA, Cawangan, Johor, Malaysia pada bulan Desember tahun 2022.

Totok menyebutkan bahwa ia memiliki motivasi yang besar untuk kuliah sambil bekerja karena tidak ingin menyusahkan ibunya yang telah ditinggal wafat oleh mendiang ayah sejak ia masih kecil.

“Saya besar dari seorang ibu yang berstatus single parent, saya tidak lagi ingin menyusahkan beliau.” Ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa bisa kuliah dengan hasil jerih payah sendiri serta tidak lagi membebani orang tua akan terasa lebih nikmat, bahkan dapat menjadi suatau kebanggaan tersendiri.

Ia mengakui bahwa bisa kerja sembari kuliah itu sulit.

Ia pun membagikan tips bagaimana ia bisa menjalani kedua hal tersebut secara bersamaan.

Pertama, memiliki motivasi yang kuat.

Kedua, mengatur waktu sebaik mungkin.

Ketiga, memiliki kepercayaan mengenai kehendak Allah. Ia yakin jika Allah memberikan kesempatan kuliah sambil kerja, berati ia dianggap mampu untuk bisa menjalaninya.

“Tinggal saya bagaimana memaksimalkan kesempatan tersebut,” lanjutnya.

Totok telah membuktikan bahwa sambil bekerja, bahkan pada lebih dari satu tempat, tidak menghalangi seorang mahasiswa untuk tetap berprestasi.

 

Penulis : Multazam Abubakar