Raih Beasiswa Indonesia Bangkit, Alumni Prodi PBI FTK UINAM Lanjut Studi di Australia

  • 19 Maret 2025
  • 08:27 WITA
  • Administrator
  • Berita

Salah satu alumni Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar, Nurul Fitria, S.Pd., melanjutnya studi pada program Master of TESOL di Monash University, Australia.

Ia merupakan penerima beasiswa S2 reguler Luar Negeri Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun 2023.

Fitria, sapaan akrabnya, berangkat menuju Melbourne pada tanggal 19 Februari dan memulai perkuliahan pada intake summer di bulan Maret 2025.

Perempuan asal Gowa ini menjadi mahasiswa di PBI pada 2017 hingga 2021.

Selama kuliah, ia aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler,seperti komunitas Bahasa Inggris English Youth Community (E-YouC) dan IELTS Republic, juga volunteering pada bidang pendidikan dan pelestarian lingkungan.

Pada tahun 2019, ia menjadi salah satu delegasi Indonesia pada Global Goals Model United Nations di Thailand.

Gadis yang hobi berenang dan membaca ini juga aktif menjadi Master of Ceremony (MC) pada sejumlah kegiatan pada di UIN Alauddin Makassar.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia menjadi pengajar pada salah satu lembaga kursus Bahasa Inggris yang ada di Makassar.

Di tahun 2023, ia mendaftar BIB Kementerian Agama dan dinyatakan lulus.

Ia mengaku sangat senang bisa menjadi salah penerima BIB Luar Negeri.

“Saya sangat bersyukur akhirnya cita-cita kuliah ke luar negeri terwujud melalui beasiswa Beasiswa Indonesia Bangkit (Kemenag),” ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia juga diterima di tiga universitas yang ada di Australia dan sempat bimbang dalam memilih kampus.

“Sebenarnya saya diterima di 3 universitas di Aussie tetapi memilih berkuliah di Monash karena reputasi Fakultas Pendidikannya menduduki peringkat pertama di Aussie”, ujarnya.

Gadis kelahiran 23 Januari 1999 ini mengaku mempelajari banyak hal selama berada di Australia.

“Rasanya senang bisa belajar dan berbagi pengalaman dengan teman-teman mahasiswa yang datang dari berbagai negara sehingga saya menjadi lebih terbuka dan toleran dalam menyikapi sesuatu”.

Ia juga menyadari bahwa budaya literasi di negara tersebut sangat bagus.

“Saya merasa kagum dengan sistem pendidikan di negara ini yang menyediakan fasilitas belajar yang memadai seperti banyaknya perpustakaan umum, papan-papan informasi, dan budaya membaca buku diaplikasikan dengan baik,” lanjutnya.

Hal ini membuatnya bersyukur memiliki kesempatan belajar di negara maju dengan salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia.

Terkhir, ia berharap semoga semakin banyak alumni PBI yang memiliki motivasi untuk kuliah keluar negeri karena akan ada banyak manfaat dirasakan dalam hal pendidikan, self- growth, sudut pandang yang lebih luas, dan lain-lain.

I believe that nothing is impossible in this world. I remembered a quote ~if there is a will, there will be a way,” tutupnya.