Salah satu alumni Program
Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
(FTK) UIN Alauddin Makassar, Nurul Fitria, S.Pd., melanjutnya studi pada
program Master of TESOL di Monash University, Australia.
Ia merupakan
penerima beasiswa S2 reguler Luar Negeri Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)
Kementerian Agama bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
tahun 2023.
Fitria, sapaan
akrabnya, berangkat menuju Melbourne pada tanggal 19 Februari dan memulai
perkuliahan pada intake summer di bulan Maret 2025.
Perempuan asal Gowa
ini menjadi mahasiswa di PBI pada 2017 hingga 2021.
Selama kuliah, ia
aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler,seperti komunitas Bahasa Inggris English
Youth Community (E-YouC) dan IELTS Republic, juga volunteering
pada bidang pendidikan dan pelestarian lingkungan.
Pada tahun 2019, ia
menjadi salah satu delegasi Indonesia pada Global Goals Model United Nations
di Thailand.
Gadis yang hobi berenang dan membaca ini juga aktif menjadi Master of Ceremony (MC) pada sejumlah kegiatan pada di UIN Alauddin Makassar.
Setelah menyelesaikan
pendidikan sarjana, ia menjadi pengajar pada salah satu lembaga kursus Bahasa Inggris
yang ada di Makassar.
Di tahun 2023, ia
mendaftar BIB Kementerian Agama dan dinyatakan lulus.
Ia mengaku sangat
senang bisa menjadi salah penerima BIB Luar Negeri.
“Saya sangat
bersyukur akhirnya cita-cita kuliah ke luar negeri terwujud melalui beasiswa
Beasiswa Indonesia Bangkit (Kemenag),” ungkapnya.
Tidak hanya itu, ia
juga diterima di tiga universitas yang ada di Australia dan sempat bimbang
dalam memilih kampus.
“Sebenarnya saya
diterima di 3 universitas di Aussie tetapi memilih berkuliah di Monash karena
reputasi Fakultas Pendidikannya menduduki peringkat pertama di Aussie”, ujarnya.
Gadis kelahiran 23 Januari 1999 ini mengaku mempelajari banyak hal selama berada di Australia.
“Rasanya senang
bisa belajar dan berbagi pengalaman dengan teman-teman mahasiswa yang datang
dari berbagai negara sehingga saya menjadi lebih terbuka dan toleran dalam
menyikapi sesuatu”.
Ia juga menyadari
bahwa budaya literasi di negara tersebut sangat bagus.
“Saya merasa kagum dengan
sistem pendidikan di negara ini yang menyediakan fasilitas belajar yang memadai
seperti banyaknya perpustakaan umum, papan-papan informasi, dan budaya membaca
buku diaplikasikan dengan baik,” lanjutnya.
Hal ini membuatnya
bersyukur memiliki kesempatan belajar di negara maju dengan salah satu sistem
pendidikan terbaik di dunia.
Terkhir, ia
berharap semoga semakin banyak alumni PBI yang memiliki motivasi untuk kuliah
keluar negeri karena akan ada banyak manfaat dirasakan dalam hal pendidikan, self-
growth, sudut pandang yang lebih luas, dan lain-lain.
“I believe that
nothing is impossible in this world. I remembered a quote ~if there is a will,
there will be a way,” tutupnya.