Mahasiswa PBI UIN Alauddin Makassar Jadi Narasumber Podcast Smart FM Makassar, Bahas Tema Metamorphosis Cycle

  • 18 Juni 2025
  • 04:20 WITA
  • Administrator
  • Berita

Makassar, 18 Juni 2025 – Empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UIN Alauddin Makassar tampil sebagai narasumber dalam podcast Smart FM Makassar bertajuk “Metamorphosis Cycle”. Kegiatan ini menjadi bukti nyata keterlibatan aktif mahasiswa PBI dalam pengembangan diri, kontribusi di komunitas bahasa Inggris, serta semangat belajar sepanjang hayat.

Smart FM Makassar, salah satu stasiun radio berita terkemuka di kota Makassar menghadirkan empat narasumber yang mewakili berbagai komunitas bahasa Inggris di Makassar, seperti English House, SEED, dan English Youth Community.

Tiga diantara mahasiswa tersebut adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UIN Alauddin Makassar, yaitu:

- Muh. Iqra Maulana S. (semester 4) 

- Zahra Fiqratun Sakinah (Semester 2), dan

- Qintan Ghefira Noor Zahiyyah (semester 2).

Sementara itu, satu narasumber lainnya adalah Mr. Roi, seorang praktisi pengajaran bahasa Inggris yang mewakili komunitas English House. 

Podcast ini dipandu oleh Izzatul Jannah, mahasiswi semester 8 PBI UIN Alauddin Makassar, yang bertugas sebagai host. Dalam diskusi yang berlangsung selama satu jam tersebut, para narasumber membahas tema Metamorphosis Cycle-sebuah metafora yang menggambarkan proses perubahan dan pengembangan diri dalam pembelajaran bahasa Inggris maupun dalam kehidupan secara umum.

Podcast ini berlangsung dalam suasana hangat dan santai, dibuka dengan perkenalan dari masing-masing narasumber yang mewakili komunitas mereka.

Mr. Roi dari English House memaparkan bahwa komunitasnya menyediakan berbagai program pembelajaran bahasa Inggris untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, termasuk persiapan IELTS.

Selanjutnya, Muh. Iqra Maulana S., perwakilan dari SEED (Student Association of English Education Department), menjelaskan lima kelas unggulan yang ada di organisasinya, seperti Mic Master untuk public speaking, Durabby untuk debat, Creative Writer’s Forum, POST (Persiapan Studi ke Luar Negeri), dan SitLing untuk latihan speaking dan listening dalam situasi informal.

Zahra Fiqratun Sakinah dan Qintan Ghefira Noor Zahiyyah memperkenalkan komunitas English Youth Community yang mereka ikuti. Komunitas ini memiliki dua agenda utama: Free Meeting untuk publik dan Intensive Meeting untung anggota. Mereka juga aktif dalam kegiatan sosial seperti mengajar anak-anak di desa yang kurang memiliki akses pendidikan. 

Tema Metamorphosis Cycle kemudian menjadi titik fokus diskusi. Para narasumber menyampaikan persepsi mereka terhadap topik tersebut sebagai simbol dari pertumbuhan pribadi dan perubahan pola pikir. Qintan menyampaikan bahwa awalnya ia mengira tema tersebut berkaitan dengan pelajaran Biologi, tetapi kemudian ia menyadari bahwa itu menyimbolkan perjalanan pribadi seseorang. Zahra menekankan pentingnya beralih dari narrow mindset ke growth mindset, sementara Iqra dan Mr. Roi menyamakan proses metamorfosis dengan perjuangan hidup dari zero to hero.

Masing-masing narasumber juga membagikan pengalaman pribadi mereka yang menjadi titik balik dalam pengembangan diri. Mulai dari pengalaman pertama Iqra mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris saat SD, Zahra yang termotivasi karena kegagalan mencapai target prestasi, Qintan yang menemukan semangat belajar kembali setelah masa sulit saat pandemi, hingga Mr. Roi yang akhirnya meraih beasiswa LPDP setelah melalui banyak kegagalan.

Motivasi utama mereka untuk tumbuh secara pribadi pun beragam. Iqra melihat tekanan sebagai bentuk dorongan positif, Qintan terinspirasi oleh ibunya yang juga seorang guru, Zahra termotivasi oleh nasihat dari dosennya Dr. Kahar, dan Mr. Roi menekankan pentingnya kegagalan dan mindset positif dalam menjalani proses kehidupan.

Di bagian akhir podcast, mereka menyampaikan pesan inspiratif kepada para pendengar Smart FM:

Mr. Roi mengingatkan pentingnya menjaga mindset karena apa yang kita pikirkan hari ini akan menentukan masa depan kita.

Iqra mendorong para pelajar untuk berhenti overthinking dan mulai berbicara dalam bahasa Inggris tanpa takut salah.

Zahra mengajak pendengar untuk tetap sehat, bahagia, dan berpikir positif,

Qintan menegaskan bahwa personal growth adalah proses yang berkelanjutan, bukan tujuan akhir.

Kehadiran mahasiswa PBI UIN Alauddin Makassar dalam podcast ini menunjukkan bahwa kompetensi dan kepercayaan diri mereka telah melampaui ruang kelas. Melalui keterlibatan aktif di berbagai komunitas, mereka tidak hanya mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan, empati sosial, serta komitmen terhadap pendidikan dan pengabdian masyarakat.


Penulis: Salsabila Rahman