Dalam rangka mendorong percepatan
penyelesaian studi mahasiswa, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris
(PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menggelar Workshop
Metodologi Penelitian untuk mahasiswa semester enam.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat, 21-22 Mei 2026 bertempat
di Aula Gedung PPG
Kampus 3 UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan ini dipandu oleh Sekretaris
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Nur Aliyah Nur, M.Pd. dan menghadirkan
Sukirman, M.Pd., Ph.D. sebagai narasumber.
Dalam materinya, Ketua Program
Studi Magister PBI Pascasarjana UIN Alauddin Makassar tersebut membahas pengetahuan
dasar dalam menyusun proposal penelitian.
Diskusi berjalan interaktif
karena mahasiswa diberikan kesempatan bertanya dan memberi komentar
seluas-luasnya sehingga mereka dapat memaparkan kesulitan yang dihadapi dalam
penyusunan proposal serta diberikan feedback secara langsung.
Di sesi siang, dilanjutkan
dengan Focus Group Discussion (FGD) antara mahasiswa dan dosen pembimbing
masing-masing dengan duduk berkelompok.
Dosen pembimbing memberikan penjelasalan
mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan proposal serta
bertanya langsung progress skripsi masing-masing mahasiswa.
Dosen pembimbing juga langsung
memberikan masukan mengenai kendala mahasiswa.
Pada hari kedua, mahasiswa dan
dosen pembimbing kembali mengikuti FGD di tempat yang sama dan membahas tindak lanjut
dari saran-saran yang diberikan dosen pembimbing sehari sebelumnya.
Ketua Program Studi
Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Sitti Nurpahmi, M.Pd. mengatakan bahwa kegiatan
ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai metodologi
penelitian serta memfasilitasi mahasiswa dan dosen dalam melakukan diskusi
terkait penulisan skripsi.
“Semoga dengan kegiatan ini,
mahasiswa lebih termotivasi dalam menyusun proposal penelitian”, ujar beliau.
Direncanakan, kegiatan ini
ada berlangsung dua tahap, dimana tahap kedua akan diadakan pada hari
Jumat-Sabtu, 19-20 Juni 2026.
Harapannya dengan kegiatan
ini dapat mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan lebih cepat dan semakin
banyak mahasiswa yang dapat meraih gelar sarjana dengan masa studi tujuh
semester.