Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen Prodi PBI FTK UIN Alauddin Makassar Ikuti Pelatihan PEYL di Bali

Dosen Prodi PBI FTK UIN Alauddin Makassar Ikuti Pelatihan PEYL di Bali

Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar, Prof.  Dr. Hj. Mardiana, M.Hum., mengikuti pelatihan Practical English for Young Learners (PEYL) yang diselenggarakan oleh Regional English Language Office (RELO) atau Kantor Regional Bahasa Inggris Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). 

Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 17 hingga 23 Mei 2026 di Denpasar, Bali.

Pelatihan tersebut diikuti oleh para pengajar Bahasa Inggris yang merupakan perwakilan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), Widyaiswara (WI), dosen, Fasilitator Daerah dan Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi pengajaran Bahasa Inggris di tingkat dasar.

Keikutsertaan guru besar dalam bidang writing sekaligus sebagai pengampu mata kuliah Teaching English for Young Learners pada prodi PBI tersebut dalam program ini menjadi langkah penting dalam mendukung kesiapan sekolah menghadapi kebijakan baru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait penguatan pembelajaran Bahasa Inggris sejak kelas 3 sekolah dasar dimana Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3.

Program PEYL dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan pedagogis guru dalam mengajar anak usia dini dengan pendekatan yang interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. 

Pelatihan ini menekankan pembelajaran bahasa Inggris dengan alur Teachers Design, Students Do, English Fills the Room yang dapat diartikan "Guru merancang aktivitas, siswa melakukan aktivitas tersebut secara aktif sehingga bahasa Inggris muncul secara alami selama aktivitas berlangsung".

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai strategi pembelajaran berbasis aktivitas lisan, permainan edukatif, penggunaan media visual, hingga penyusunan rencana pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Prodi Magister PBI tersebut juga mendapatkan pembekalan terkait metode pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana kelas yang aktif dan meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris sejak dini.

Adapun tugas akhir dari dari pelatihan ini adalah microteaching dalam kelompok yang terdiri dari empat orang dengan menerapkan ketiga Langkah tersebut dan mendapatkan umpan balik dari para trainer, yaitu Kevin McCaughey yang merupakan direktur RELO dan sudah mengajar di lebih dari 50 negara, Magdalena Matilda Rojas Lynch yang lebih dikenal dengan Maddy sebagai teaching fellow dari RELO dan Yuta Otake yang merupakan praktisi pendidikan bahasa Inggris serta teacher training .

Para trainer menekankan bahwa setiap orang, terutama guru, bisa mengajar Bahasa Inggris meskipun bukan ahli. Dalam konteks Indonesia, kita pasti bisa mengajar Bahasa Inggris pada tingkat SD kelas 3 karena kita sudah belajar Bahasa Inggris paling sedikit 10 tahun.

Adapun beberapa fokus utama dalam pelatihan PEYL meliputi:

• Pengembangan metode pengajaran Bahasa Inggris yang interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.

• Pemanfaatan media visual dan audiovisual dalam proses pembelajaran.

• Peningkatan kemampuan komunikasi lisan guru di dalam kelas.

• Penyusunan perangkat pembelajaran yang selaras dengan kebijakan terbaru Kemendikdasmen.

Kegiatan pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing global. Kemampuan komunikasi internasional dinilai semakin penting dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan dan dunia kerja di masa depan.