Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Mahasiswa PBI FTK UINAM Ikuti Program KKN-PLP Terintegrasi di Yogyakarta

Mahasiswa PBI FTK UINAM Ikuti Program KKN-PLP Terintegrasi di Yogyakarta

Gowa – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar (UINAM), Nurinzani, turut mengikuti program PLP 2 Terintegrasi KKN yang diselenggarakan selama 45 hari di Desa Wisata Brayut, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mahasiswa angkatan 2023 tersebut mengikuti program bersama enam mahasiswa PBI lainnya, yaitu:

1. Nurinzani

2. Alya Sulfani

3. Suci Nabila Putri

4. Stri Mulyani Hamring

5. Agung Mursaling

6. Ahmad Fuadi Kasim

7. Annur Awal


Rombongan memulai perjalanan pada 20 Juli dengan keberangkatan dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar menuju Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi penempatan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selama menjalani PLP 2, Nurinzani dan tim melaksanakan berbagai kegiatan di sekolah, seperti observasi kelas dan lingkungan sekolah, mengajar siswa kelas XI, serta menjalankan piket penyambutan siswa di gerbang sekolah setiap satu kali dalam sepekan.

Sementara itu, kegiatan KKN mulai dilaksanakan pada bulan Agustus dengan sejumlah program kerja yang telah dirancang. Salah satunya adalah program bimbingan bahasa Inggris yang akan dikelola oleh mahasiswa PBI. Selain itu, terdapat program unggulan berupa pembuatan peta Desa Wisata Brayut serta beberapa program harian lainnya yang akan dilaksanakan bersama masyarakat.

Menurut Nurinzani, tantangan terbesar selama mengikuti program tersebut adalah membagi waktu antara pelaksanaan PLP 2 dan kegiatan KKN.

"Sejauh ini tantangan terbesar kami yaitu di waktu. Kami kesulitan membagi waktu PLP 2 dan pelaksanaan KKN untuk program kerja kami. Cara mengatasinya, kami hanya perlu me-manage waktu dengan baik," ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Baginya, kesempatan untuk mengenal budaya di daerah yang berbeda dari tempat asalnya dan tinggal bersama teman-teman di posko menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

"Momen yang paling berkesan adalah kesempatan merasakan suasana dan budaya di daerah yang berbeda dari tempat asal saya. Selain itu, tinggal bersama teman-teman di posko memberikan banyak pelajaran tentang kebersamaan, kerja sama, saling menghargai, dan tanggung jawab," ungkapnya.

Di akhir wawancara, Nurinzani berpesan kepada mahasiswa yang akan mengikuti program KKN-PLP Terintegrasi agar mempersiapkan diri dengan baik, baik secara mental, fisik, maupun akademik. Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana belajar, mengembangkan kemampuan mengajar, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta membangun kerja sama yang baik dengan tim maupun masyarakat.

Melalui program KKN-PLP Terintegrasi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar di sekolah, tetapi juga belajar beradaptasi dengan masyarakat serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.


Penulis: Ashabiqul Arham