Gowa – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan Pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 pada Senin, 13 Juli 2026, bertempat di Auditorium UIN Alauddin Makassar Kampus II. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 596 mahasiswa yang akan melaksanakan PLP di berbagai sekolah mitra.
PLP merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam kurikulum program kependidikan di FTK UIN Alauddin Makassar. Sebelum mengikuti PLP 2 yang diprogramkan pada semester 7, mahasiswa terlebih dahulu menempuh PLP 1 pada semester 4. Pada PLP 1, mahasiswa berfokus pada pengenalan budaya sekolah, observasi lingkungan pendidikan, serta memahami berbagai aspek penyelenggaraan pembelajaran. Sementara itu, PLP 2 menjadi tahap lanjutan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan kompetensi kependidikan secara langsung melalui praktik mengajar di sekolah mitra.
Pembekalan ini menjadi tahap penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke lingkungan sekolah. Selama kegiatan, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan pelaksanaan PLP, mulai dari kode etik dan sikap profesional seorang calon guru, tata tertib di sekolah, hingga tata cara berkomunikasi secara efektif dengan kepala sekolah, guru pamong, tenaga kependidikan, dan peserta didik.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai teknis pelaksanaan PLP yang terbagi ke dalam empat blok kegiatan. Materi yang disampaikan mencakup penyusunan instrumen penilaian, pembuatan video pembelajaran, penyusunan jurnal reflektif, serta pengembangan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan di sekolah. Peserta juga diberikan arahan mengenai teknik observasi proses pembelajaran di kelas sebagai bekal dalam memahami dinamika kegiatan belajar mengajar.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam pembekalan adalah penerapan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning. Narasumber menjelaskan pentingnya menciptakan pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan berpusat pada peserta didik. Dalam sesi tersebut juga dibahas secara kritis fenomena symbolic implementation, yaitu penerapan kurikulum yang masih bersifat administratif tanpa diiringi implementasi pembelajaran yang benar-benar berdampak terhadap pengalaman belajar siswa.
Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), pembekalan ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peran guru sebagai fasilitator sekaligus learning designer yang mampu merancang pembelajaran secara kreatif, adaptif, dan inovatif. Berbagai materi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan nyata selama menjalankan PLP di sekolah mitra.
Melalui kegiatan pembekalan ini, FTK UIN Alauddin Makassar menunjukkan komitmennya dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi, mampu beradaptasi dengan perkembangan pendidikan, serta siap memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Penulis : Nabila Arsy Mughni